Sunday, August 29, 2010

JAMUR / FUNGI

Decay Fungi/Jamur Pengrusak
Lebih banyak kayu rusak tiap tahun karena Decay Fungi daripada karena kebakaran, banjir dan rayap digabung menjadi satu. Biasanya disebut rot (lapuk, busuk), decay fungi membutuhkan 3 hal untuk bertahan hidup, udara, air, dan makanan. Makanan mereka adalah kayu pada rumah-rumah dan perabot kita.  Mengingat kita tidak bisa menghilangkan udara, satu-satunya mekanisme kontrol yang tersedia adalah menghilangkan air. Air adalah musuh dari kayu! Meskipun kita telah mendengar istilah “dry rot (busuk kering)”, kayu kering tidak akan membusuk! Ditambah dengan treatment anti jamur seperti FUNGIFLEX, problem decay fungi akan tuntas!

White Rot
Jenis-jenis decay fungi yang dihadapi oleh para Pest Management profesional dibagi menjadi dua kategori mendasar : brown rot dan white rot. White rot menyerang selulosa dan lignin dalam kayu dan memberikan penampilan warna putih pada kayu. Pada tahap berikutnya kayu menjadi seperti spon jika disentuh. White rot khusus menyerang kayu keras dan tidak memiliki penampilan kotak-kubus seperti kayu yang terserang brown rot.

Brown Rot
Brown Rot
 Brown rot umumnya menyerang kayu lunak mengubah kayu menjadi coklat kehitaman. Pada tahap lebih lanjut, kayu yang terserang oleh brown rot menjadi rapuh dan timbul robekan/belahan melintasi serat, memberikan tampilan mirip kotak-kubus. Kayu yang terserang, secara struktural menjadi lunak dalam waktu yang relatif singkat. Sekali brown rot meng-ekstrak semua nutrisi kayu, kayu bisa menjadi kering dan kelihatan seperti bertepung. Hal ini terkesan bahwa kayu kering tersebut telah melapuk/membusuk (dry rot) tapi pada kenyataannya itu akibat dari serangan brown rot yang sudah lama.

Poria Incrassata
Salah satu jenis jamur brown rot yang paling destruktif adalah poria incrassata, disebut juga sebagai Jamur Penghantar Air. Jenis jamur ini benar-benar mengangkut air melalui struktur mirip akar yang disebut dengan rhizomorphs. Serangan poria incrassata dapat berkembang cukup cepat merusak bagian-bagian flooring  dan bagian kayu dalam kurun waktu 1 atau 2 tahun. Satu indikasi serangan poria incrassata adalah munculnya pembusukan/pelapukan pada kayu padahal tidak terlihat adanya sumber air disekitarnya. MC tester adalah alat terbaik untuk menentukan jangkauan/meluasnya serangan. Segala kayu yang memiliki MC melebihi 40% tanpa sumber air yang terlihat, kemungkinan besar terserang poria incrassata.


Mold (Jamur Permukaan)
Mold
Banyak orang tidak dapat membedakan antara mold dengan decay fungi. Meskipun mold adalah sebuah bentukan jamur, mold secara khusus tumbuh pada permukaan kayu dan umumnya tidak merusak kekuatan kayu. Namun bagaimanapun juga, kehadiran mold mengindikasikan bahwa tingkat kelembaban kayu cukup tinggi yang mana kondisi demikian juga memicu tumbuhnya decay fungi. Metode pengontrolan kelembaban bisa dilakukan untuk mencegah decay fungi dan juga akan menghilangkan kondisi favorit  bagi mold untuk tumbuh. Ditambah dengan melakukan treatment menggunakan fungisida seperti FUNGIFLEX, akan lebih optimal dalam perlindungan kayu terhadap mold.

Bluestain
Bluestain menyebabkan perubahan warna kayu menjadi biru-kehitaman, seringnya pada kayu lunak, khususnya pinus. Noda tersebut disebabkan oleh sejenis jamur yg tidak berbahaya (tidak merusak struktur kayu seperti decay fungi). Bluestain terjadi hanya pada bagian sapwood, yang mana merupakan bagian terluar dari suatu pohon, terdekat dengan kulit – itulah sebabnya mengapa sepotong kayu bisa kena stain pada bagian tertentu saja.
Jamur bluestain biasanya dibawa oleh serangga waktu di hutan, terutama ambrosia beetle. Ini sudah sering terjadi di hutan dan di area dimana log disimpan. Ketika serangga-serangga tersebut mendarat pada log, atau ketika mereka menyerang pohon yang masih berdiri atau log dengan kulit masih menempel, jamur dapat bertunas dan tumbuh ke dalam sapwood.

Beberapa orang masih bingung membedakan bluestain dengan mold. Di bawah mikroskop, Anda akan lihat bahwa stain disebabkan oleh benang-benang jamur berwarna gelap tumbuh di dalam bagian jaringan kayu. Benang-benang tersebut umumnya ditemukan pada sel-sel horisontal yang digunakan pohon (sewaktu belum ditebang) untuk menyimpan nutrisi. Jamur-jamur tersebut berwarna sangat intens sehingga membuat keseluruhan kayu yang terkolonisasi oleh mereka, nampak biru/abu-abu, meskipun hanya sedikit benang jamur yang ada. Hingga saat ini belum ada chemical treatment yang bisa mengeliminasi jamur bluestain. Namun fungisida seperti FUNGIFLEX sanggup mencegah agar benang-benang jamur tidak berkembang lebih jauh dan meluas.


*** end of article ***
Created By :
S. Andri Hartanto